About

.....:::::Selamat datang di Blog nOt3 SCHOOL.TALK LESS DO MORE::::....

Minggu, 21 Oktober 2012

PERCABANGAN IF - ELSE DALAM JAVA

Dalam bahasa pemograman java terdapat beberapa konsep percabangan, antara lain yaitu percabangan If-Else. Dalam konsep ini strukturnya ialah

if (kondisi 1)
   statemen_1
else if (kondisi 2)
   statemen_2
else
   statemen_3

dan contoh programnya ialah :

import java.util.Scanner;
public class Nilai{
public static void main(String[] args) {

Scanner input = new Scanner(System.in);
int data;
System.out.print("Masukkan Nilai anda: ");
data = input.nextInt();
if (data > 60)
System.out.println("Cukup");
else if (data > 40)
System.out.println("Kurang");
else if (data > 30)
System.out.println("Kurang dikit");
else
System.out.println("Sangat Kurang");
}
}

Senin, 12 Desember 2011

HTML 5


HTML 5 sedang dirancang oleh W3C untuk meneruskan kesuksesan  HTML 4 dan XHTML 1. Tampaknya HTML 5 akan menjadi favorit seperti yang terjadi pada DOCTYPE sejuta umat, XHTML 1.0 Transitional.
Kelebihan dan kekurangan HTML 5
Beberapa kelebihan yang dijanjikan pada HTML 5:
* Dapat ditulis dalam sintaks HTML (dengan tipe media text/html) dan XML.
* Integrasi yang lebih baik dengan aplikasi web dan pemrosesannya.
* Integrasi (‘inline’) MathML dan SVG dengan doctype yang lebih sederhana.
* Penulisan kode yang lebih efisien.
* Dapat dimengerti oleh peramban lawas (backwards compatible). Sehingga istilah ‘deprecated’ tidak akan diperlukan lagi.
Yang masih diperdebatkan dalam pengembangan HTML 5:
* Makna semantik beberapa elemen presentasioal.
* Fitur aksesibilitasnya. Seperti atribut alt dan summary.
Contoh HTML 5
Kesederhanaan HTML 5:
<!doctype html>
<html>
<head>
<meta charset=”UTF-8″>
<title>Contoh dokumen HTML 5</title>
</head>
<body>
<p>Teks paragraf disini.</p>
</body>
</html>
Yang menarik dari kesederhanaan kode di atas:
* Tidak perlu lagi memakai <meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=UTF-8″>. Walau tag meta tersebut masih diijinkan digunakan.
* Deklarasi <!DOCTYPE html> adalah ‘case-insensitive’. Tidak harus huruf besar/kapital semua.
Sebagai XML, dengan tipe media application/xhtml+xml atau application/xml, HTML 5 cukup dideklarasikan dengan format tambahan:
<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<html xmlns=”http://www.w3.org/1999/xhtml”>
<head>

di atas elemen head.
Halaman web lain yang sudah memakai HTML 5, diantaranya:
* Bruce Lawson
* Anne van Kesteren
* HTML 5 Test Page (Dani Iswara .Net). (Tentatif) Valid HTML 5 versi W3C.
Bukan kebetulan dua orang teratas adalah staf (peramban) Opera. :)
Elemen baru di HTML 5
Demi mewujudkan struktur halaman web yang lebih baik semantik dan aksesibilitasnya, dikenalkanlah beberapa elemen baru, diantaranya:
* section serupa seperti h1-h6.
* article bisa berupa entri blog atau tulisan konten.
* aside menyajikan konten pelengkap.
* header bisa menyajikan judul, deskripsi, bahkan nav untuk navigasi.
* footer berisi catatan kaki seperti informasi hak cipta, penulis, kontak, dan sebagainya.
* dialog yang dikombinasikan dengan dt dan dd (seperti pada halaman FAQ) dapat digunakan untuk menyajikan percakapan.
* yang fenomenal adalah penggunaan elemen figure, video, audio, source, embed, canvas, dan elemen terkait berkas multimedia lainnya.
Atribut baru di HTML 5
Dikenalkan pula beberapa atribut baru, seperti:
* atribut media, ping pada elemen pranala,
* autofocus, placeholder, required, autocomplete, dan sebagainya, terkait elemen input dan form,
* reversed pada elemen ol untuk urutan besar ke kecil.
Perubahan makna elemen
Ada beberapa elemen yang berubah makna, diantaranya:
* Elemen b dilegalkan sebagai tipografi penegas, seperti pada kata kunci yang ingin ditonjolkan, tidak ‘deprecated’ (bukan fitur yang dianggap usang). Tidak lebih dari itu. Jadi tetap tidak bermakna semantik tertentu. Hal yang sama berlaku pula untuk elemen i.
* Elemen strong menegaskan level kepentingan, bukan sekadar penekanan emphasis lagi.
* Elemen hr dapat digunakan untuk memisahkan level paragraf sesuai pokok pikirannya.
* dan lain-lain.
Elemen dan atribut yang tidak digunakan
Berikut ini beberapa elemen dan atribut yang tidak lagi muncul pada HTML 5:
* center,
* font,
* strike, u, big,
* frame, frameset, noframes,
* acronym,
* longdesc,
* scope pada td,
* dan sebagainya.
Kesiapan peramban
Peramban bermesin Presto (Opera) versi terbaru tampak lebih banyak mendukung elemen baru HTML 5. Sementara peramban berbasis Gecko (Firefox dan turunannya), WebKit (Safari, Chrome, Midori), dan Trident (Internet Explorer) versi terbaru baru mendukung sebagian fitur HTML 5.
Bacaan:
1. HTML 5 (W3C).
2. HTML Design Principles.
3. HTML 5 differences from HTML 4.
4. Comparison of layout engines (HTML 5).

sumber : http://annahlwebmedia.com/2010/11/mencoba-html-5/

Selasa, 06 Desember 2011

Satelit NASA Masuki Batas Tata Surya



Lebih dari tiga dekade setelah diluncurkan, satelit ruang angkasa Voyager 1 milik NASA sedikit lagi lepas dari tata surya. Ia kini telah memasuki kawasan baru yang letaknya ada di antara sistem tata surya dan ruang antar bintang.

Kawasan yang oleh para ilmuwan disebut sebagai ‘stagnation region’ itu berjarak hingga sekitar 113 astronomical units (AU) atau sekitar 16,9 miliar kilometer dari Matahari.

Voyager 1, yang kini berjarak 11 miliar kilometer dari Matahari telah menjelajah pinggir tata surya sejak 2004 dan mulai masuk ke stagnation zone pada awal pekan ini.

Meski begitu, satelit tersebut masih harus bertahan sedikit lagi sebelum ia benar-benar keluar dari tata surya. Dan jika berhasil, ia akan menjadi benda luar angkasa buatan manusia pertama yang tiba di interstellar space, atau ruang maha luas yang berada di antara bintang.

Menurut NASA, baterai milik satelit ruang angkasa buatannya itu hanya punya kapasitas yang cukup untuk memasok daya hingga 2020. Namun demikian, ilmuwan memperkirakan, Voyager 1 akan tiba di interstellar space sebelum baterainya habis. Diperkirakan, dalam hitungan bulan hingga beberapa tahun ke depan.

Pada ajang American Geophysical Union yang berlangsung di San Francisco, Ed Stone, Chief Scientist dari Jet Propulsion Laboratory NASA menyebutkan, pihaknya tidak bisa menentukan kapan Voyager 1 akan tiba di ruang tersebut.
Baca Selengkapnya